Saturday, June 14, 2014

Obstructive Sleep Apnea

Obstructive sleep apnea merupakan suatu gangguan tidur serius yang terjadi, dimana pernafasan seseorang berulang kali terhenti akibat adanya sumbatan pada jalan nafas yang berulang kali terjadi saat tidur.

PENYEBAB
OSA terjadi jika otot-otot pada bagian belakang tenggorokan mengalami relaksasi saat tidur. Akibatnya, jalan nafas menjadi menyempit atau menutup saat seseorang menarik nafas. Penurunan kadar oksigen di dalam darah dideteksi oleh otak, dan dalam sekejap akan membuat seseorang terbangun, sehingga jalan nafas bisa terbuka kembali. Seseorang biasanya hanya terbangun sangat singkat, sehingga tidak mengingatnya.
Obstructive Sleep Apnea
Beberapa faktor yang berisiko menyebabkan atau memperburuk sleep apnea :
  • Kegemukan
  • Penggunaan penenang atau alkohol yang berlebih
  • Memiliki tenggorokan yang sempit, leher yang besar, dan kepala yang bulat
  • Hipotiroidisme atau hormon pertumbuhan yang berlebih
  • Stroke
  • Tonsil atau adenoid yang besar pada anak-anak
  • Kelainan bawaan tertentu, misalnya rahang bawah yang berukuran kecil

GEJALA
Orang-orang dengan OSA mungkin tidak menyadari bahwa dirinya mengalami gangguan dalam tidur. Gejala saat tidur biasanya pertama kali diketahui oleh orang lain yang tidur satu kamar dengannya. Pernafasan saat tidur menjadi pelan dan dangkal, atau bisa tiba-tiba berhenti (terkadang sampai 1 menit), kemudian berlanjut kembali.
Gejala pada malam hari :
  • Mendengkur dengan bunyi keras dan mengganggu
  • Napas berhenti di sela-sela mendengkur dan diakhiri dengan mendengus
  • Rasa sesak dan tecekik yang membuat penderita terbangun
  • Tidur tidak nyenyak karena sering terbangun dan berubah posisi
Pada OSA yang berat, akan timbul dengkuran keras dan dengusan berulang saat tidur di malam hari, dan akan timbul rasa ngantuk atau bahkan sering tertidur pada siang hari.
Gejala pada siang hari:
  • Bangun dengan perasaan tidak segar
  • Sakit kepala di pagi hari
  • Mulut terasa kering atau sakit tenggorokan pada saat bangun tidur
  • Mengantuk yang berlebihan di siang hari
  • Kelelahan berkepanjangan
  • Perubahan mood
  • Gangguan kosentrasi dan daya ingat

PENGOBATAN
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membantu mengatasi OSA, yaitu :
  • Menurunkan berat badan
  • Tidak mengkonsumsi alkohol, obat tidur, atau obat yang menimbulkan rasa mengantuk
  • Mengubah posisi tidur untuk memperbaiki pernafasan. Penderita sebaiknya tidak tidur terlentang, tetapi miring untuk mengurangi dengkuran.
  • Berhenti merokok. Merokok bisa meningkatkan pembengkakan pada jalan nafas bagian atas, sehingga bisa memperberat dengkuran dan juga henti nafas saat tidur.
  • Mengobati alergi dan infeksi hidung
  • Mengatasi hipotiroidisme dan pertumbuhan yang berlebih (akromegali)
Penanganan yang dapat dilakukan untuk orang-orang dengan OSA, terutama mereka yang merasa mengantuk sepanjang hari :
    Obstructive Sleep Apnea
  • CPAP (Continuous Positive Airway Pressure). Dengan CPAP, penderita tidur dengan menggunakan masker yang melingkupi hidung. Masker ini tersambung dengan sebuah mesin kecil yang memberikan udara bertekanan ke jalan nafas sehingga menjaga jalan nafas tetap terbuka.
  • Memasang oral/dental appliance. Alat ini membantu menjaga jalan nafas tetap terbuka dan hanya dipakai saat tidur. Sebagian besar alat berfungsi untuk memisahkan rahang atas dan bawah, serta mendorong rahang bawah ke depan sehingga lidah tidak dapat jatuh ke belakang dan menyumbat tenggorokan.
  • Pembedahan, dilakukan jika terdapat pembesaran tonsil atau sumbatan pada jalan nafas bagian atas oleh struktur lainnya.
Dengan penanganan yang baik, selain kualitas hidup bisa diperbaiki, terjadinya komplikasi serius juga dapat dicegah.
Load disqus comments

0 komentar