Wednesday, June 18, 2014

Bahaya Abu Vulkanik Bagi Kesehatan

Tahukah anda bila dampak abu vulkanik sangatlah berbahaya bagi tubuh kita?


Seperti yang diungkapkan oleh ahli kesehatan paru dari Rumah Sakit Persahabatan Jakarta, dr Agus Santoso, SpP, ada beberapa faktor yang memengaruhi seberapa besar dampak debu vulkanik terhadap kesehatan. Faktor ini di antaranya konsentrasi partikel, proporsi debu yang terhirup, serta kondisi meteorologi.
Bahaya Abu Vulkanik Bagi Kesehatan Menurut Agus, debu vulkanik yang halus dan berukuran sangat kecil, yaitu kurang dari 10 mikron, berpotensi mengganggu pernapasan. Bahkan, debu berukuran kurang dari 5 mikron dapat menembus saluran pernapasan bagian bawah atau organ paru-paru. Dan hal tersebut dapat berdampak lebih merusak dan menyebabkan gangguan pernapasan berat.

4 bahaya abu vulkanik bagi tubuh :
  • Gangguan pernapasan akut
Dari semua gangguan yang ditimbulkan abu terhadap kesehatan, gangguan pernafasan merupakan salah satu dampak yang paling utama dari abu vulkanik. Iritasi hidung dan tenggorokan, batuk, bronkitis, sesak napas, hingga penyempitan saluran napas yang dapat menyebabkan kematian sangat mungkin untuk terjadi. Gangguan pernafasan yang diakibatkan oleh abu vulkanik tentu harus cepat ditangani, karena sistem pernapasan merupakan salah satu hal vital yang menunjang hidup manusia.
Partikel abu yang sangat halus, tentu sangat mengganggu sistem pernafasan, khususnya bagi Anda yang telah memiliki permasalahan paru-paru. Selain itu, paparan abu vulkanik juga sangat berbahaya bagi bayi, anak-anak, warga usia lanjut dan orang dengan penyakit paru kronis seperti asma.
  • Gangguan penglihatan
Selain menggangu sistem pernapasan, abu vulkanik juga dapat menggangu sistem penglihatan. Abu vulkanik memiliki butiran yang tajam, sehingga dapat menimbulkan gangguan pada mata. Masuknya benda asing pada mata seperti abu vulkanik dapat menyebabkan Anda mengalami iritasi, konjungtivitis (radang pada konjungtiva), abrasi kornea (goresan pada kornea).
  • Iritasi pada kulit
Meskipun jarang ditemukan, kasus iritasi pada kulit terkadang ditemukan sepanjang hujan abu, terutama ketika abu gunung berapi tersebut bersifat asam.
  • Gangguan mekanikal
Efek mekanikal yang ditimbulkan oleh abu vulkanik dapat berupa runtuhnya atap rumah atau kecelakaan di jalan raya. Atap rumah dapat runtuh karena beban berat dari abu, apalagi jika abu tersebut basah dan bangunan tidak dibangun untuk menyangga beban berat. Atap yang runtuh dapat menyebabkan orang yang berada dalam rumah tersebut tertimpa sehingga mengalami luka, bahkan meninggal seketika. Luka yang terjadi dapat berupa patah tulang, luka memar, luka robek, dan perdarahan yang memerlukan tindakan medis lebih lanjut.
Load disqus comments

0 komentar